Mahalnya Biaya Pendidikan di Indonesia
Perekonomian Indonesia semakin tak menentu, Krisis yang terus membelenggu negara kita tak kunjung ada ujungnya, kehidupan masarakan semakin menderita. Segala jenis kebutuhan sudah ak terjangkau lagi oleh masyarakat miskin. Kelaparan terjadi dibanyak tempat di indonesia, masalah kesehatan, pendidikan juga merupakan masalah bangsa yang belum dapat ditentukan solusinya. Biaya untuk kesehatan dan pendidikan semakin mahal, untuk menjadikan Negara kita sebagai Negara maju, berhasil ditentukan generasi penerus yang sehat berwawasan luas.
Pendidikan sebagai salah satu elemen yang
sangat penting dalam mencetak generasi penerus bangsa juga masih jauh dari yang
diharapkan. Masalah disana-sini masih sering terjadi. Namun yang paling jelas
adalah masalah mahalnya biaya pendidikan sehingga tidak terjangkau bagi
masyarakat dikalangan bawah. Seharusnya pendiikan merupakan hak seluruh rakyat
Indonesia seperti yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi salah
satu tujuan Negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini mempunyai
konsekuensi bahwa Negara harus menyelenggarakan dan memfasilitasi seluruh
rakyat Indonesia untuk memperoleh pengajaran dan pendidikan yang layak.Maka
tentu saja Negara dalam hal ini Pemerintah harus mengusahakan agar pendidikan
dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan merupakan faktor
kebutuhan yang paling utama dalam kehidupan. Biaya pendidikan sekarang ini
tidak murah lagi karena dilihat dari penghasilan rakyat Indonesia setiap
harinya. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya pendidikan di perguruan tinggi
melainkan juga biaya pendidikan di sekolah dasar sampai sekolah menengah keatas
walaupun sekarang ini sekolah sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
semuanya masih belum mencukupi biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang
mampu.
Pendidikan di Indonesia masih merupakan investasi yang mahal
sehingga diperlukan perencanaan keuangan serta disiapkan dana pendidikan sejak
dini. Setiap keluarga harus memiliki perencanaan terhadap keluarganya sehingga
dengan adanya perencanaan keuangan sejak awal maka pendidikan yang diberikan
pada anak akan terus sehingga anak tidak akan putus sekolah. Tanggung jawab
orang tua sangatlah berat karena harus membiayai anak sejak dia lahir sampai ke
jenjang yang lebih tinggi. Mahalnya biaya pendidikan sekarang ini dan banyak
masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan sehingga tidak begitu peduli
atau memperhatikan pentingnya pendidikan bagi sang buah hatinya, sehingga
membuat anak putus sekolah, anak tersebut hanya mendapat pendidikan sampai pada
jenjang sekolah menengah pertama artau sekolah menengah keatas. Padahal
pemerintah ingin menuntaskan wajib belajar sembilan tahun. Jika masalah ini
tidak mendapat perhatian maka program tersebut tidak akan terealisasi. Banyak
anak yang putus sekolah karena orang tua tidak mampu untuk menyekolahkan
anaknya.
Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul
untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk
mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak
(TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki
pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah. Untuk
masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000,- sampai
Rp 1.000.000. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai
Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.
Apa penyebab mahalnya biaya pendidikan? Makin mahalnya biaya
pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan
MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). MBS di Indonesia pada realitanya lebih
dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite
Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya
unsur pengusaha.
Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih
luas. Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang selalu
berkedok, "sesuai keputusan Komite Sekolah". Namun, pada tingkat
implementasinya, ia tidak transparan, karena yang dipilih menjadi pengurus dan
anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah.
Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah,
dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara
terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.
Solusi dari permasalahan bahwa dalam penyelenggaraan suatu
sistem pendidikan yang bermutu dan berkualitas baik harus ada keseimbangan
antara aspek yang mempengaruhi dari sistem pendidikan itu sendiri. Dari disini
dalam sistem pendidikan bahwa perhatian pemerintah juga berperan penting dalam
penyelenggaraan pendidikan.
Diharapkan bagi semua pihak baik itu pemerintah maupun
masyarakat mampu bekerja sama dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang
ada di dalam sistem pendidikan ini.
Sumber : http://www.kompasiana.com/www.risauntari.com/mahalnya-biaya-pendidikan-di-indonesia_54f6786aa33311d87c8b4ed8
Sumber : http://www.kompasiana.com/www.risauntari.com/mahalnya-biaya-pendidikan-di-indonesia_54f6786aa33311d87c8b4ed8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar